Surah Al-‘Ashr Mengajarkan Produktivitas, Suara Muhammadiyah Wujudkan dengan Karya Nyata
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Surat Al-‘Ashr menjadi surat pendek dan surat yang sarat dengan makna, di samping mudah dihafal.
Mustofa W Hasyim menyingkap, surat ini menjadi surat yang kerap dibaca ketika para murid sekolah Muhammadiyah merampungkan pembelajaran.
“Kalau mau pulang, anak-anak sekolah itu doanya adalah wal-‘aṣr,” ungkapnya.
Secara khusus, Musthofa menyebut, surat dengan jumlah 3 ayat ini memuat substansi tentang media massa. “Yang di situ ada tujuan orang untuk mengelola waktu dengan tepat,” yang dikontekstualisasikan dengan media massa, berarti mengelola pesan dan informasi dengan baik dan benar agar terhindari dari kerugian.
“Demi waktu! Manusia dalam keadaan rugi, terutama manusia yang tidak beriman dan tidak produktif. Sehingga manusia yang beriman dan produktif itu akan bisa lepas dari kerugian,” kata Mustofa saat kultum Rapat Bulanan Suara Muhammadiyah, Sabtu (31/10) di kantor lama Suara Muhammadiyah depan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Apa yang disebut dengan manusia yang beriman? Yakni beramal saleh. Menukil pandangan Allahuyarham Hamim Ilyas, mengemukakan amal saleh adalah manifestasi amal yang produktif.
“Produktif dengan isi produktif, produktif menghasilkan barang, produktif dengan kebajikan, produktif dengan mengembangkan hal-hal yang baik, yang bisa bermanfaat untuk kehidupan manusia,” jelas Dewan Redaksi Suara Muhammadiyah itu.
Dalam konteks tersebut, Mustofa menyebut bahwa bekerja di Suara Muhammadiyah merupakan bagian dari amal saleh. “Kita tidak akan merugi karena masuk ke dalam lembaga yang produktif,” ujarnya.
Kenapa produktif? Dikatakan Mustofa, Suara Muhammadiyah menghasilkan ragam ide-ide yang konstruktif. Mulai dari sandang, pangan, dan papan, semuanya telah tersedia dan dijalankan oleh Suara Muhammadiyah dalam bisnis dan usahanya.
“Jadi, kita sudah mengamalkan. Suara Muhammadiyah sudah lengkap menghasilkan produksi pangan, sandang, dan papan. Insyaallah Suara Muhammadiyah tidak akan rugi menurut wal-‘aṣr,” tegas Budayawan itu. (Cris)