Rakernas 2027, Lazismu Catat Penghimpunan Rp827 Miliar, Konsolidasikan Langkah Menuju Rp1 Triliun

Prof Hilman Latief., MA., PhD (sebelah kanan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (baju putih) hadir dalam pembukaan Rakernas Lazismu 2027. Foto: Cris
Prof Hilman Latief., MA., PhD (sebelah kanan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (baju putih) hadir dalam pembukaan Rakernas Lazismu 2027. Foto: Cris

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Rangkaian Muhammadiyah Zakat Summit 2026 turut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2027. Pembukaan berlangsung di Radjawali Semarang Cultural Center, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/11).

Tema yang diusung yaitu "Penguatan Tatakelola Lembaga yang Terintegrasi Menuju Filantropi Islam yang Berkelanjutan dan Berdampak."

Hadir dalam pembukaan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief, Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Sofyan Anif, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), dan jajaran tamu undangan lainnya.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Dwi Sasana Ramadhan sangat senang Jawa Tengah ditetapkan sebagai tuan rumah Rakernas Lazismu 2027.

"Hari Iduladha kami mendapatkan pemberitahuan dari Lazismu Pimpinan Pusat bahwa Jawa Tengah mendapat pemberitahuan menjadi tuan rumah Rakernas," ujarnya.

Orientasi dari Rakernas, kata Dwi, harus menghasilkan kebijakan yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat luas.

"Rakernas tidak hanya sebagai tempat rapat, tapi menghasilkan produk-produk yang bisa disampaikan kepada masyarakat," tuturnya.

Sementara, Ahmad Imam Mujadid Rais, melaporkan, dalam Rakernas 2026, Lazismu menargetkan penghimpunan sebesar Rp. 801,47M. Sampai sekarang, telah terhimpun secara nasional Rp.827,69M.

"Tentu ini merupakan kerja keras kita bersama mimpi-mimpi dan cita-cita kita yang barangkali tahun lalu kita anggap mustahil, tapi dengan tekad yang kuat, dengan keyakinan, kita bisa sama-sama mencapai itu semua," jelas Rais.

Akumulasi jumlah penghimpunan itu kemudian disalurkan sebesar Rp. 635,02M melalui zakat, infak, dan DSKL. "Sehingga Allocation to Collection Ratio (ACR) secara nasional kita 76,62%. Angka yang cukup efektif dengan jumlah penerima manfaat 132.225 orang," terangnya.

Rais mencandra, Lazismu tahun depan dapat menghimpun 1 triliun. Tapi, tahun 2026, yang tercapai baru diangka Rp. 827,69M.

"Mudah-mudahan tahun depan ini bisa kita sama-sama capai dengan terus mengkonsolidasikan," katanya, di samping mencatat secara rapi pelbagai program-program penghimpunan dan pendistribusian selama setahun ke depan.

Rais memaparkan, sumber dana itu berasal dari infak sebesar Rp. 321,57M, Kurban Rp. 263,09M, Zakat Rp. 195,17M, DSKL Rp. 37,10M, dan DAM Rp. 10,76M.

"Penghimpunan jenis dana alokasinya infak 38%, kurban 31%, dan juga DAM 1,30%, dengan komponen yang beragam baik itu dari muzaki badan, dari muzaki individu, kemudian dari munfik, dan seterusnya," sebutnya.

Rais juga memaparkan, 9 program strategis nasional Lazismu pasca-rakernas. Pertama, back to masjid. Rais berkata, masjid menjadi pilar dan fondasi dari peradaban. 

"Pentingnya kita membangun integrasi dengan masjid-masjid kita. Kita perlu intervensi kita dengan KKL dan juga dai-dai kita, kiai-kiai kita, ustaz-ustaz kita," sebutnya.

Kedua, kampung berkemajuan. Program ini sudah berjalan di 4 lokasi. Namun, dari target 15 wilayah, masih ada 9 wilayah yang belum melaksanakan pelatihan kampung berkemajuan.

"Setelah Rakernas, kita akan mengundang wilayah yang masih menjadi PR kita," ucapnya.

Ketiga, Safe Our School. Keempat, layanan akses kesehatan pusat. Kelima, ketahanan pangan. "Yang menjadi program unggulan nasional dari Pak Presiden juga," ucapnya. 

Keenam, Muhammadiyah Water Care. "Ini program inovasi baru setelah kita juga sama-sama merenung dan refleksi betapa keringan terjadi di mana-mana," bebernya.

Ketujuh, pengelolaan sampah dan limbah. Kedelapan, kemanusiaan dan advokasi, dan terakhir kesembilan, Indonesia Siaga. 

"Inilah 9 program strategis nasional yang kita berharap sama-sama kita lakukan selama setahun ke depan," tekan Rais.

Sisi lain, Sofyan mendorong Lazismu tidak hanya berfokus pada orientasi peningkatan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga memperkuat pemanfaatan bagi kesejahteraan masyarakat.

"Lazismu menjadi salah satu instrumen untuk pengentasan kemiskinan di negara kita yang tercinta ini," ujarnya.

Sofyan menyoroti persoalan kemiskinan masih menjadi panorama di negeri ini. Menurutnya, kemiskinan di Indonesia berada pada kisaran angka 8-10%. Masih terdapat sekira 24-25 juta penduduk yang hidup di garis kemiskinan.

"Lazismu kerap menjadi salah satu lembaga pertama yang hadir memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak," bebernya.

Karena itu, Sofyan mendorong agar Lazismu dapat menjalin kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Menurutnya, kedua lembaga itu berjalan beriringan dalam memperluas jangkauan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Gus Yasin menyebut, zakat merupakan perintah agama yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan umat. "Saya berpesan kepada para penanggung jawab, para pimpinan Lazismu ini benar-benar bisa melihat secara detail, bukan hanya mentasyarufkan saja, tapi tasyaruf yang bermanfaat dan berkembang," pesannya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Lazismu yang selama ini telah hadir memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, lebih-lebih Lazismu yang ada di wilayah Jawa Tengah.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Lazismu, khususnya yang ada di Jawa Tengah yang telah membantu pemerintah dalam upaya menyejahterakan masyarakat melalui penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat," ucapnya.

Sisi lain, Hilman terkesan dengan melihat semangat dan kreativitas peserta dari berbagai daerah yang menghadirkan beragam program mulai dari ketahanan pangan, penyediaan air bersih, hingga dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

"Saya tadi di luar memotret semua karena ingin mempromosikan. Ini menunjukkan bahwa semangat di tingkat bahwa itu sangat hidup sekali," ungkapnya.

Hilman menggarisbawahi, kekuatan Lazismu harus ditopang dengan pengelolaan kelembagaan yang baik. "Saya berpesan kuatkan akuntabilitas kita dan transparansi," tegasnya.

Dalam pembukaan Rakernas Lazismu 2027 ini, turut dikemas Lazismu Award dengan kategori pertumbuhan ZISKA terbaik, kreativitas penghimpunan ZISKA terbaik, program ekonomi terbaik, program pendidikan terbaik, program kesehatan terbaik, program sosial dakwah terbaik.

Selain itu, kategori program kemanusiaan terbaik, program lingkungan terbaik, laporan terbaik, Amil terbaik, Lazismu terbaik 2026, dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah inspiratif. Juga, dirangkaikan penandatanganan MoU 1000 program Beasiswa Siber Lazismu. (Cris)