Jaga Kepercayaan Publik, Hilman Latief Tekankan Akuntabilitas dan Transparansi Mengelola Lazismu

Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris
Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief berpesan kepada Lazismu agar menguatkan akuntabilitas dan transparansi.

Demikianlah disampaikan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu 2027 di Radjawali Semarang Cultural Center, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/11).

"Mencari uang atau mencari dana itu juga harus akuntabel," ujarnya, menggarisbawahi perlunya akuntabilitas dan transparansi dalam hal penghimpunan.

Itu yang pertama. Kemudian, yang kedua, transparansi dan akuntabilitas pada saat mengelola. Bagi Hilman, pengelolaan dana keumatan itu sangat penting menjunjung dua hal tersebut.

"Saya meminta untuk memeriksa sampai ke akar-akarnya, sampai ke dasar-dasarnya. Berikan kepada saya data manajemen atau temuan-temuan yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki pola pengelolaan. Kita harus duduk bersama," tekannya.

Di situlah kata Hilman, yang akan membangun kepercayaan (trust) kepada masyarakat. "Kekurangan di sana-sini tidak apa-apa. Namun, kita harus memperbaikinya," sambungnya.

Ketiga, transparansi dan akuntabilitas dalam aspek pendistribusian. Menurutnya, pendistribusian harus lebih inklusif dan menjangkau banyak pihak.

"Alhamdulillah, meskipun namanya Muhammadiyah, penerima manfaat tidak benar-benar kita batasi berdasarkan kemuhammadiyahan," tegasnya sekali lagi.

Dalam kesempatan itu, sempat syak Lazismu mampu menghimpun dana sekira 1,5 triliun. Tapi, dengan kerja keras dan kebersamaan, pada akhirnya, tahun 2026, Lazismu mampu menghimpun dana sekira 827,69M.

"Insyaallah Rakernas ini sudah menegaskan bahwa untuk penghimpunan tahun depan Lazismu menargetkan Rp 1 triliun. Dengan kerja keras plus kerja cerdas, Insyaallah sampai (pada target itu)," ungkap Hilman. (Cris)