Sekolah Orang Tua #4 MPlus Klara Perkuat Literasi Digital
KLATEN, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara (MPlus Klara) kembali menyelenggarakan program Sekolah Orang Tua sebagai upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik generasi muda. Kegiatan Sekolah Orang Tua #4 dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2026) dengan mengangkat tema “Mendidik Anak Menjadi Pribadi Tangguh di Era Digital”.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Esri Rusminingsih, S.Kep., M.Kep., Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA), sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesiapan orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Dr. Esri menyampaikan bahwa orang tua dituntut untuk terus mengembangkan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman tentang etika digital. Ketiga aspek tersebut menjadi bekal penting bagi orang tua dalam mendampingi dan mengarahkan anak agar bijak menggunakan gawai (gadget).
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang positif dan kedekatan emosional dengan anak. Hubungan yang hangat dan terbuka antara orang tua dan anak diharapkan dapat menjadi fondasi kuat untuk melindungi anak dari berbagai risiko, perundungan, serta kekerasan di dunia maya.
Kepala SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara, Sudarwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara, Paguyuban Walisantri, dan Universitas Muhammadiyah Klaten.
Menurutnya, Sekolah Orang Tua menjadi wadah bagi para orang tua atau wali santri untuk belajar, berbagi pengalaman, dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan pendidikan anak. Program ini juga bertujuan menyelaraskan pola asuh di rumah dengan pembinaan karakter yang diterapkan di sekolah.
“Pendidikan anak membutuhkan sinergi antara sekolah dan keluarga. Melalui Sekolah Orang Tua, kami berharap terbangun kesamaan visi dan langkah dalam mendampingi anak agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para wali santri. Salah seorang wali santri, Pak Hartoyo Wali dari Mbak syifa kelas 7B mengapresiasi penyelenggaraan Sekolah Orang Tua karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi orang tua dalam menjalankan peran pendidikan di lingkungan keluarga.
Ia menilai kegiatan ini memberikan pencerahan tentang pentingnya peran orang tua dalam mendidik, mendampingi, dan membekali anak agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak serta menghadapi berbagai tantangan di era digital. (Sudar)