Muhammadiyah Perlu Ciptakan Terobosan Baru untuk Majukan Sektor Pariwisata
BANTUL, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah harus berada dalam satu barisan yang kokoh. "Tidak boleh ada yang keluar dari barisan. Dan kalau barisan itu ya harus rapi," pesan Muhadjir Effendy, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Muhadjir menekankan hal itu karena LPEK menjadi lembaga yang sangat penting di Muhammadiyah. Sehingga, kalau ada ide-ide yang menarik, seyogyanya didiskusikan bersama.
"Jangan kemudian jalan sendiri. Kalau sudah berniat bergabung dan mengabdikan diri di Muhammadiyah, saya mohon semuanya dirapikan dengan baik, " tegasnya.
Demikian dikemukakan Muhadjir saat Silaturahmi Nasional (Silatnas) LPEK PP Muhammadiyah, Ahad (25/10) di UMY Student Dormitory, Tamantirto, Kasihan, Bantul.
"Untuk langkah ke depan itu betul-betul seperti yang diharapkan," sambungnya.
Muhadjir mengingatkan, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan gerakan dakwah amar makruf nahi. "Jadi pariwisata kita juga harus selalu diupayakan bagaimana itu bagian dari gerakan dakwah," terangnya.
Ditambahkan, Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid (pembaruan). Muhadjir menekankan, pariwisata yang dijalankan Muhammadiyah harus selalu menampilkan sesuatu hal yang baru.
"Tajdid itu berkemajuan. Jadi harus selalu mencari yang baru dan mencari terobosan-terobosan yang baru prgram-program pariwisata dan ekonomi di lingkungan Muhammadiyah," tekannya.
Tetapi yang dimaksudkan dalam konteks itu, sambung Muhadjir, bukan berarti meninggalkan yang lama semuanya. Pembaruan justru perlu dilakukan dengan tetap merawat nilai-nilai lama yang masih relevan, sembari mengembangkan inovasi dan terobosan baru.
"Yang lama, yang baik itu tetap dipertahankan, yang baru, yang lebih baik didayagunakan," ujarnya.
Muhadjir menyebut, secara galib, Muhammadiyah senantiasa membuka ruang bagi pembaruan tanpa menanggalkan nilai-nilai yang telah menjadi pijakannya.
"Jadi Muhammadiyah tidak 100% baru sama sekali, tetapi juga tidak 100% lama," tekannya, menggarisbawahi Muhammadiyah justru cenderung mengutamakan hal-hal kebaruan, daripada kelamaan.
"Makanya mencari terobosan inovasi-inovasi di dalam sektor pariwisata itu mutlak. Itu bagian dari ciri khas Muhammadiyah," beber Muhadjir. (Cris)