Resmi Dilantik, PP Tapak Suci Periode 2026–2031
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi menggelar rangkaian Pelantikan Pengurus Pimpinan Pusat periode 2026–2031 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sebagai momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan kader, serta meneguhkan arah perjuangan Tapak Suci menuju organisasi pencak silat yang modern, mandiri, berprestasi, dan mendunia.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Amphitarium, Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, dengan mengusung tema "Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia".
Pelantikan kepengurusan baru menjadi tonggak awal pengabdian dan tanggung jawab dalam melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Sementara itu, Rakernas menjadi forum strategis untuk merumuskan program kerja, memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menyatukan langkah seluruh jajaran pimpinan dalam mewujudkan visi besar Tapak Suci.
Salah satu momentum penting dalam kegiatan Rakernas adalah kehadiran Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menyampaikan apresiasi pemerintah terhadap kontribusi Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam membina generasi muda, melestarikan budaya bangsa, serta mengembangkan prestasi olahraga pencak silat.
Dalam sambutannya, Listyo Sigit menyampaikan salam hormat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada seluruh keluarga besar Tapak Suci, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Pemerintah menilai kiprah Tapak Suci memiliki relevansi kuat dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing.
Menurut Listyo Sigit, Tapak Suci bukan sekadar perguruan bela diri yang mengajarkan keterampilan pencak silat, melainkan juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui penanaman nilai keimanan, akhlak, kedisiplinan, persaudaraan, patriotisme, dan cinta tanah air.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur tersebut agar Tapak Suci terus melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa patriot, berintegritas, serta siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Apresiasi tersebut menjadi penguatan moral sekaligus motivasi bagi keluarga besar Tapak Suci untuk terus memperluas kontribusi dalam pembangunan karakter bangsa dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Selain pembinaan karakter, kiprah Tapak Suci dalam bidang olahraga pencak silat juga mendapatkan perhatian pemerintah. Prestasi atlet-atlet Tapak Suci di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional menjadi bukti kontribusi nyata organisasi dalam mengharumkan nama Indonesia.
Salah satu capaian membanggakan ditorehkan pada ASEAN University Games 2024, ketika atlet Tapak Suci berhasil menyumbangkan enam medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.
Kepala Staf Kepresidenan juga mendorong agar pembinaan atlet terus ditingkatkan melalui penguatan sistem pembibitan, peningkatan kualitas pelatih, serta penyelenggaraan kompetisi yang berjenjang.
Lebih jauh, pencak silat dinilai memiliki potensi besar sebagai instrumen diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. Dalam konteks tersebut, Tapak Suci diharapkan tidak hanya melahirkan pendekar dan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi duta budaya bangsa yang memperkenalkan nilai-nilai luhur Indonesia kepada dunia.
Rangkaian pelantikan juga diwarnai dengan pengukuhan sejumlah tokoh sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Mereka adalah Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS); Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Rektor Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta; serta Ir. Sriyanto Saputro, M.M., Anggota DPR RI Daerah Pemilihan IV Jawa Tengah.
Pengukuhan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus penguatan hubungan antara Tapak Suci dengan tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi dalam bidang pendidikan, pengabdian, dan pembangunan masyarakat.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa menjadi bagian dari keluarga besar Tapak Suci merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar. Ia memandang Tapak Suci bukan hanya sebagai organisasi bela diri, tetapi juga sebagai sekolah karakter yang mengajarkan keikhlasan, keteguhan, dan keberanian menegakkan kebenaran.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, M.Ag.; dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes.; Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Dr. Edhy Prabowo, S.E., M.M., M.B.A.; Rektor Universitas Ahmad Dahlan Prof. Dr. Muchlas, M.T.; serta sejumlah tokoh dan undangan dari lingkungan Muhammadiyah dan organisasi pencak silat.
Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan kampus Universitas Ahmad Dahlan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan bersejarah tersebut. Ia berharap Tapak Suci semakin modern, mandiri, dan mampu mengharumkan nama Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat dunia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Drs. H. M. Afnan Hadikusumo, P.Br., bersama jajaran pengurus periode 2026–2031 mengemban amanah untuk membawa organisasi semakin maju, solid, dan memberikan kontribusi nyata bagi Persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat, bangsa, dan negara.
Melalui Rakernas ini, seluruh jajaran pimpinan diharapkan mampu menerjemahkan tema besar organisasi ke dalam program kerja yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak nyata.
Penguatan kaderisasi, peningkatan kualitas pelatih dan atlet, pengembangan prestasi, pembinaan generasi muda, penguatan tata kelola organisasi, serta perluasan jejaring nasional dan internasional menjadi bagian penting dari agenda pengembangan Tapak Suci ke depan.
Tapak Suci juga menegaskan bahwa modernisasi organisasi tidak boleh memisahkan perguruan dari akar tradisi, nilai keislaman, dan jati diri Persyarikatan Muhammadiyah. Sebaliknya, kemajuan harus dibangun di atas landasan iman, akhlak, ilmu pengetahuan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian. (MP/TS)