Kolaborasi Internasional UM Pontianak Gandeng Kampus Tiongkok

Dok Istimewa
Dok Istimewa

NANNING, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak memperluas jejaring internasionalnya dengan menginisiasi kolaborasi bersama berbagai kampus ternama di Tiongkok. Diantara yaitu Guangxi Arts University (GXAU), Tiongkok dan Guangxi Minzu University (GXMZU). 

UM Pontianak yang dipimpin Rektor Dr. Heriansyah didampingi Ufi Ruhama’ , Kepala Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional serta Ryani Yulian, Ketua Pusat Bahasa UM Pontianak berkunjung ke kampus GXAU di Nanning, Daerah Otonom Guangxi, Kamis - Jum’at  (29-30/10).

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama di bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai salah satu perguruan tinggi seni terkemuka di Tiongkok selatan, GXAU dinilai menjadi mitra strategis untuk memperkaya khazanah akademik UM Pontianak, khususnya di bidang seni dan budaya.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Wakil Rektor GXAU, beserta jajaran pimpinan kampus. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, kedua pihak saling memperkenalkan profil institusi serta menjajaki bidang-bidang yang berpeluang untuk dikembangkan bersama.

Rektor UM Pontianak, Dr. Heriansyah, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan GXAU diarahkan pada tiga pilar Tridarma Perguruan Tinggi. "Kami berharap kerja sama ini dapat terwujud dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan kekuatan GXAU di bidang seni, banyak hal yang bisa kita pelajari dan kembangkan bersama," ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan pihak GXAU. Menurutnya, pertemuan ini membuka ruang dialog yang sangat baik untuk ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret.

Heriansyah menilai, kerja sama dengan GXAU sangat relevan dengan sejumlah program studi di UM Pontianak. Di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), kolaborasi ini dinilai sejalan dengan Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang erat kaitannya dengan seni sebagai media pembelajaran anak. Selain itu, peluang kerja sama juga terbuka bagi Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika, terutama dalam pengembangan seni digital dan teknologi kreatif.

Sementara itu, Kepala Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) UM Pontianak, Ufi Ruhama', mengaku terkesan dengan lingkungan kampus GXAU yang sangat luas dan tertata. Salah satu yang paling menarik perhatian rombongan adalah museum seni milik kampus tersebut.

"Di dalam museum seninya terdapat banyak alat musik yang berasal dari Indonesia. Ini menunjukkan betapa eratnya hubungan budaya kedua bangsa," tuturnya.

Ufi menambahkan, hal yang tak kalah membanggakan adalah kehadiran seorang dosen asal Indonesia yang turut mengajar seni di GXAU. "Ada dosen dari Bandung yang mengajar di kampus ini. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai bangsa Indonesia," ungkapnya.

Kuliah Tamu di Guangxi Minzu University

UM Pontianak resmi menjalin kemitraan strategis dengan GXMZU, Tiongkok, melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak awal kerja sama kedua perguruan tinggi di bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran akademik. Tidak berhenti pada seremoni, kesepakatan itu langsung diwujudkan melalui kuliah tamu (guest lecture) yang disampaikan oleh tiga akademisi UM Pontianak di hadapan mahasiswa GXMZU.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Wei Shizhen menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan Rektor UM Pontianak beserta rombongan ke GXMZU. Menurutnya, kehadiran delegasi dari Kalimantan Barat itu mencerminkan keseriusan kedua pihak untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan.

"Kami sangat menghargai kedatangan Bapak Rektor dan rombongan. Ada banyak bidang kerja sama yang dapat kita kembangkan bersama, di antaranya yang berkaitan dengan dunia industri, perusahaan, permesinan, hingga otomotif," ujarnya.

Ia menilai, peluang kolaborasi tersebut tidak hanya terbatas pada ranah akademik, tetapi juga dapat menjembatani kebutuhan dunia kerja di kedua negara.

Rektor UM Pontianak, Dr. Heriansyah, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kepercayaan yang diberikan GXMZU. Ia berharap MoU ini menjadi pintu masuk bagi program-program konkret yang memberi manfaat nyata bagi sivitas akademika kedua kampus.

"Atas nama keluarga besar Universitas Muhammadiyah Pontianak, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden GXMZU beserta jajaran. Kerja sama ini kami pandang sebagai langkah penting dalam memperkuat internasionalisasi UM Pontianak," tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) UM Pontianak, Ufi Ruhama', mengungkapkan terima kasih atas keramahan serta penyambutan luar biasa yang diterima rombongan selama berada di GXMZU.

Ufi menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan daring melalui Zoom yang difasilitasi oleh Prof. Yang beberapa bulan sebelumnya. "Dari pertemuan virtual itu, komunikasi terus terjalin hingga akhirnya kami dapat hadir langsung di Nanning. MoU ini pun tidak berhenti di atas kertas, melainkan langsung kami rangkaikan dengan implementasi berupa kuliah tamu," katanya.

Kuliah tamu bertema Linguistic and Cultural Diversity in Pontianak Society  dibawakan oleh Dr. Heriansyah, Ufi Ruhama', dan Ryani Yulian, dengan peserta utama mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia GXMZU.

Dalam sesi tersebut, para narasumber mengulas kekayaan bahasa dan budaya masyarakat Pontianak yang tumbuh dari perjumpaan beragam etnis. Mahasiswa GXMZU tampak antusias mengikuti paparan dan berdiskusi seputar kehidupan sosial-budaya di Kalimantan Barat.

Kepala Pusat Bahasa UM Pontianak, Ryani Yulian, menyampaikan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian dari program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). "Kegiatan ini selaras dengan misi BIPA untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing. Kami berharap mahasiswa GXMZU semakin mengenal Indonesia, khususnya Pontianak, secara lebih dekat," ungkapnya.

Sebagai bentuk penghormatan, pada malam harinya rombongan UM Pontianak diundang dalam jamuan makan malam oleh Presiden GXMZU beserta jajaran pimpinan universitas. Suasana hangat dan penuh keakraban dalam jamuan tersebut menjadi penanda eratnya hubungan yang mulai terjalin di antara kedua institusi. (Ufi)