Langit Menjawab Ikhtiar, Hujan Turun Saat Warga Menunaikan Shalat Istisqa

Foto Istimewa
Foto Istimewa
CILACAP, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cimanggu menyelenggarakan shalat istisqa pada Selasa, 27 Oktober 2026, sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan kepada Allah Swt. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan instruksi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pemerintah Kabupaten Cilacap sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan doa dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. di tengah kondisi yang membutuhkan turunnya hujan.
 
Kegiatan shalat istisqa tersebut diikuti oleh warga Muhammadiyah se-Kecamatan Cimanggu, siswa-siswi SD, SMP, SMK Muhammadiyah, dan Santri Pondok Pesantren An Nur Insan Mulia Cimanggu, serta masyarakat umum. Turut hadir pula unsur pemerintahan Kecamatan Cimanggu dan Pemerintah Desa Cimanggu sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
 
Bertindak sebagai imam shalat istisqa adalah Rakhmat Efendi, S.Ag., sedangkan khutbah disampaikan oleh Surdi Miftahudin, S.Pd.I., M.Pd. Pelaksanaan shalat berlangsung sebagai momentum bagi umat Islam untuk bermunajat, memohon ampunan, serta mengharapkan rahmat dan pertolongan Allah Swt.
 
Melalui kegiatan ini, PCM Cimanggu mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan shalat istisqa sebagai sarana introspeksi diri, memperbanyak istigfar, meningkatkan ketakwaan, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan serta memanfaatkan sumber daya air secara bijaksana.
 
Keterlibatan para siswa dari lingkungan pendidikan Muhammadiyah turut menjadi sarana pembelajaran keagamaan secara langsung. Para siswa diharapkan dapat memahami bahwa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, umat Islam tidak hanya dituntut untuk melakukan ikhtiar secara nyata, tetapi juga memperkuat ikhtiar batin melalui doa dan ibadah.
 
Pelaksanaan shalat istisqa ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kerukunan antara warga Muhammadiyah, masyarakat umum, serta unsur pemerintahan setempat. Kolaborasi tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam menghadapi kondisi yang memerlukan perhatian dan ikhtiar seluruh elemen masyarakat. (mgi)