Khutbah Jum'at: Empat Pilar Seorang Muslim

Foto Istimewa/Pixabay
Foto Istimewa/Pixabay

Oleh: Suryo Bayu Tirto Aji, Pascasarjana MPAI UMM

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Rasulullah bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan." (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa Islam menghendaki umatnya menjadi pribadi yang kuat. Kuat bukan hanya fisiknya, tetapi juga kuat imannya, kuat jiwanya, luas ilmunya, dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara yang halal.

Karena itu, marilah kita memanfaatkan kesempatan hidup yang Allah berikan untuk terus membangun Empat Pilar Kekuatan Seorang Muslim, yaitu kekuatan spiritual, kekuatan mental, kekuatan intelektual, dan kekuatan finansial.

Pertama, Kekuatan Spiritual, yaitu kuatnya hubungan seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Kesuksesan dunia tidak akan berarti jika hati jauh dari Allah. Oleh sebab itu, setiap hari hendaknya kita menambah kualitas shalat, memperbanyak membaca Al-Qur'an, berdzikir, beristighfar, bersedekah, dan menjaga keikhlasan dalam setiap amal. Semakin kuat hubungan kita dengan Allah, semakin tenang hati kita dalam menghadapi kehidupan.

Kedua, Kekuatan Mental, yaitu kemampuan untuk tetap teguh menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)

Selain pada ayat di atas, Allah juga berfirman pada ayat yang lain:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At-Tin: 4)

Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk dan membekalinya dengan akal, hati, serta kemampuan untuk berkembang. Bahkan hingga hari ini Allah masih memberikan kesempatan hidup kepada kita. Itu berarti Allah masih membuka pintu taubat, pintu ikhtiar, dan pintu perubahan.

Karena itu, jangan mudah merasa lemah, jangan mudah putus asa, dan jangan menyerah terhadap keadaan. Selama Allah masih memberikan umur, masih ada kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan meraih ridha-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

"Orang yang kuat bukanlah yang menang bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, Kekuatan Intelektual, yaitu kemampuan seorang muslim untuk terus menambah ilmu dan wawasan dalam hidupnya. Islam adalah agama yang memuliakan ilmu, bahkan wahyu pertama yang Allah turunkan adalah perintah membaca sebagaimana firman-Nya:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al-'Alaq: 1)

Begitu juga dengan hadis Rasulullah SAW:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Keempat, Kekuatan Finansial. Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, berusaha, dan meningkatkan kesejahteraan hidup melalui jalan yang halal. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ

"Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah." (QS. Al-Jumu'ah: 10)

Selama Allah masih memberikan kesempatan hidup, kita harus terus meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui usaha yang halal, jujur, dan penuh tanggung jawab. Kita boleh bercita-cita memiliki kehidupan yang lebih baik, mengembangkan usaha, meningkatkan keahlian, dan memperluas rezeki, selama semuanya ditempuh dengan cara yang diridhai Allah.

Maka jadikanlah harta sebagai sarana untuk beribadah, menafkahi keluarga, membantu orang tua, menyantuni fakir miskin, mendukung dakwah, dan memperbanyak amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Semoga setiap hari yang Allah berikan menjadikan kita pribadi yang lebih baik daripada hari sebelumnya, hingga kelak kita menghadap Allah dalam keadaan membawa bekal amal yang terbaik.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَافِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ،

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ. اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Sumber: Majalah SM Edisi 16/2026